Saturday, October 23, 2010

I Know Who Holds Tomorrow...

Tak ku tahu 'kan hari esok, namun langkahku tegap.
Bukan surya kuharapkan,kar'na surya 'kan lenyap.
O tiada 'ku gelisah,akan masa menjelang;
ku berjalan serta Yesus.Maka hatiku tenang.


Refrein:
Banyak hal tak kufahami,dalam masa menjelang.
Tapi t'rang bagiku ini,Tangan Tuhan yang pegang.



Sebuah lirik yg dilantunkan pada upacara pemakaman yg beberapa waktu lalu ku hadiri.
Perenungan didalam diri, ketika kematian adalah akhir kehidupan di bumi.

Mengingatkan manusia, bahwa banyak hal sebenarnya yg tidak kita ketahui.
Namun, kita berusaha utk mencoba mengetahui.
Banyak hal yg tidak dapat kita lakukan sendiri. Namun, kita mencoba melakukan nya sendiri.

Kita di bayang-bayangi oleh ruang dimensi yg lalu dan yg akan datang. Namun yg nyata adalah sekarang.
Dan yg pasti adalah sekarang menjadi "yg lalu".
Trus, dimanakah "yg akan datang" dapat kita ketahui dengan pasti.
Mencoba mengetahui dengan kapasitas seorang manusia yg hanya mampu menjalani satuan waktu terkecil yg bergerak ke masa depan.

"Berdiri teguh, jangan goyah" (1 Kor 15:58)
Bagai mana kita dapat berdiri teguh dan jangan goyah ketika hari esok penuh tanda tanya?
Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi pemikiran kita, yg sebenar nya isi kepala kita tidak akan mampu menampung setiap pertanyaan.
Banyak kemungkinan yg terjadi, banyak hal yg tidak terprediksi.

"Banyak hal tak kufahami,dalam masa menjelang.
Tapi t'rang bagiku ini,Tangan Tuhan yang pegang"

Akhirnya kita sampai pada suatu pengakuan seperti yg tertuang pada lagu "I need Thee every hour".
Suatu kerinduan yg sangat dari Annie Hawks saat menulis lagu tersebut.

"One day as a young wife and mother of 37 years of age, I was busy with my regular household tasks. Suddenly, I became so filled with the sense of nearness to the Master that, wondering how one could live without Him, either in joy or pain, these words, “I Need Thee Every Hour,” were ushered into my mind, the thought at once tak­ing full possession of me."

lalu ia menyerahkan tulisan tersebut pada seorang pastur, Robert Lowry, yg menambahkan tune dan refren, sehingga menjadi sebuah lagu yg sering kita nyanyikan, yang jika dlm bahasa indonesia terdapat di Kidung Jemaat No.475 "Ya Tuhan, Tiap Jam"

Biarlah hitungan waktu terkecil menjadi pengakuan kita akan suatu kerinduan, utk menjawab hari esok bahwa Tangan Tuhan yang pegang.
Ketika di akhir, kita semua memenangkan pertandingan (RIP : Rest In Peace).



I need Thee every hour, most gracious Lord;
No tender voice like Thine can peace afford.
(to reff)

I need Thee every hour, stay Thou nearby;
Temptations lose their power when Thou art nigh.
(to reff)

I need Thee every hour, in joy or pain;
Come quickly and abide, or life is in vain.
(to reff)

I need Thee every hour; teach me Thy will;
And Thy rich promises in me fulfill.
(to reff)

I need Thee every hour, most Holy One;
O make me Thine indeed, Thou bless├Ęd Son.
(to reff)


Reff:
I need Thee, O I need Thee;
Every hour I need Thee;
O bless me now, my Savior,
I come to Thee.

skalian merekomendasi utk mendengarkan lagu dari youtube
Hyperlink to "I Need Thee Every Hour"

Salam 2 jari....!!!
Peace !!!

memory of note on February 24, 2009

Thursday, October 14, 2010

Ikatan-Ikatan Dinamis

Akhir-akhir ini menjadi perkara yang sangat sulit kala di perhadapkan dengan pertemanan yang sekian lama di rajut hancur oleh suatu situasi yang membuat kepercayaan-kepercayaan yang telah di bangun menjadi runtuh seketika.

Tidak setiap situasi membuat pertemanan menjadi tambah erat, bisa juga menjadi lebih renggang. Bukan masalah bagaimana pertemanan itu dibangun, tapi lebih kedalam spekulasi-spekulasi pikiran yang bermain di angan-angan sehingga trust building yang telah di bangun bisa bertahan, bertambah atau mungkin runtuh.

Akhirnya segala kuputusan dan tindakan berdasarkan pada suka atau tidak suka (like and dislike). Tidak lagi objectif perseption yang terbangun, melainkan atas dasar "gue suka ama loe" (subjectif perseption). Hal ini yang membuat batas profesionalisme menjadi kabur dan cenderung bias.

Tidak semua keputusan dapat memuaskan semua orang, dan memang cenderung unsur keadilan terkadang tidak menjadi bobot. Hal ini juga tidak lepas dari view point perseption dari masing-masing subjek.

Menjadi bijaksana juga tidak lepas dari tuntutan integritas. Tapi sejauh mana integritas tersebut bisa di pertahankan dengan batas tolerasi objectif atau subjectif dapat dilihat.
Tantangan dari pembangunan karakter dan manajemen resiko menjadi momok yang memang harus dihadapi didalam hubungan pertemanan.

Segala yang dibangun indah pada awalnya, belum tentu berakhir dengan indah. Proses akan terus berlanjut selama objek-objek yang ada berinteraksi, dan selalu dinamis hasil akhir dari sebuah proses. Siapa yang tau akhir dari proses?? Nobody...

Saturday, April 25, 2009

Mencoba Berfikir dari Pertanyaan dan Pernyataan...








Sebuah rasa yg pernah hinggap di pikiran dan rasa....



Apakah selamanya semua penjara selalu terasa gelap dan hampa?

Didalam kegelapan, setiap org yg bisa melihat pun tidak dapat melihat...

Apakah harapan didalam kegelapan hanya timbul dari suatu berkas cahaya...

Dari mana datangnya berkas cahaya itu ketikan kegelapan sebagai suatu penjara?

Apakah waktu akan berbicara utk menyelesaikan semua itu?

Seakan waktu adalah sebagai suatu takdir yg tidak ada suatu pilihan didalamnya, sehingga tidak ada harmoni yg dapat kita mainkan didalamnya...

Thursday, April 23, 2009

SUSAN BOYLE : Saatnya orang Jelek Unjuk Gigi

Susan BoylePertama kali mendengar nama Susan Boyle, aku diperkenalkan oleh teman ku melalui video yang ditunjukkan di Youtube. Dimana video itu berisi siaran televisi pencari bakat di Inggris yang bernama Britain’s Got Talent.
Tiada kata yang dapat menggambarkan betapa video tersebut selain mengagumkan ketika mendengarkan suara emasnya.
Ketika Susan Boyle tampil dipentas, semua mata memandang sinis kepadanya. Pandangan sepele terlintas di wajah para penonton. Susan Boyle seorang wanita tua berusia 47 tahun dengan tubuh yang gemuk dan alis yang agak sedikit tebal. Ia tampil dengan kepolosannya seperti orang kampung yang lugu tapi dengan tampak percaya diri. Susan Boyle berasal dari Blackburn.

Ada 3 orang yang menjadi juri pada acara tersebut, PIERS MORGAN, AAMNDA HOLDEN, dan SIMON COWELL.
Para penonton yang hadir memandangannya sebelah mata, dan mentertawakan dia ketika Susan Boyle diwawancarai oleh juri.
Apalagi ketika Susan Boyle ditanya oleh Simon Cowell, “Anda ingin menjadi seperti siapa?”
Dengan penuh gaya, Susan Boyle menjawab ingin menjadi seperti Elaine Paige, seorang penyanyi teater musikal terkenal di Inggris. Disambut dengan tertawan penonton diruangan tersebut dan wajah sinis.
SUSAN BOYLE menyanyikan lagu I DREAMED A DREAM dari drama musical LES MISERABLE.
Tetapi ketika Susan Boyle mulai bernyanyi, semua mata tertuju padanya. Seakan tidak percaya dengan apa yg didengarkannya. Suara emas yang keluar dari mulut Susan Boyle. Kekaguman penonton dan juri seakan tidak terkatakan. Susan Boyle seakan membungkam semua tertawaan. Secara spontan Standing ovation diberkan kepada Susan Boyle karena kekaguman atas apa yang didengarkan oleh penonton dan 2 orang juri.

Pujian dari juri pun ikut mewarnai rasa kagum atas penampilan Susan Boyle diatas panggung.

Piers Morgan : ”Tidak diragukan, ini adalah kejutan terbesar yang pernah saya dapatkan selama tiga tahun saya berada di acara ini. Ketika Anda berdiri di sana dan mengatakan, ’saya ingin menjadi seperti Elaine Paige’, semua orang menertawai Anda. Sekarang, tak seorang pun tertawa. Anda sangat memukau dan tampil luar biasa. Saya terduduk lemas karena terharu,”

Amanda Holden
: ”Saya pun amat terpukau karena saya tahu semua orang menolak Anda. Saya sejujurnya berpikir bahwa kita semua sudah sangat sinis dan saya rasa inilah sebuah peringatan terbesar. Dan, saya hanya ingin mengatakan bahwa saya sepenuhnya merasa terhormat mendengar Anda tadi menyanyi.”

Simon Cowell : ”Sejak awal Anda berjalan ke panggung, saya tahu. Ada sesuatu yang luar biasa dalam diri Anda.”

Kini Video nya telah di tonton lebih dari 40 juta orang di Site Youtube. Dan ulasan tentang Susan Boyle mewarnai berbagai media internet (CNN dan media masa lainnya).

Video tersebut kini menjadi inspirasi bagi banyak orang di Amerika. Sosok Susan Boyle dengan rendah diri dan kepolosannya saat tampil dipanggung. Dia merupakan seorang wanita yang lebih seorang wanita pada umumnya. Dia tidak menjadi minder ketika tertawaan, pandangan sinis dari banyak penonton ketika dia diatas panggung tidak membuat nya mundur. Kita tidak bisa membayangkan perasaan seperti itu ketika kita diatas panggung. Tetapi Susan Boyle tetap melihat kedepan walaupun banyak orang ingin melihatnya jatuh.
Ketika Susan Boyle bernyanyi, dia seakan menghipnotis penonton untuk kagum pada suara emas yang dikeluarkannya. Semua mata seakan tidak percaya dari penampilan seorang wanita tua yang gemuk. Ketika semua penonton memandangannya dengan pandangan sebelah mata dari penampilan, kepolosan dan keluguannya, Susan Boyle menunjukkan kepada mereka suatu kepercayaan diri. Susan Boyle merupakan Tokoh Cinderela Modern saat ini. Ia menjadi Insipirasi atas semangat kemenangan jiwa.

Kehidupannya telah memberitahu kita bahwa Susan Boyle telah berhasil keluar dari pandangan terhadap kekurangan dirinya. Dimana banyak sekali tidak bergerak melewati hidup dengan perasaan tersembunyi dimana perasaan minder telah mengalahkan jiwa yang luar biasa. Yang memberikan kesempatan yang baik, ketika diatas panggung dengan penonton yang begitu banyak menyaksikan. Yang seharusnya kita bisa bersinar seperti bintang.
Sangat mudah untuk mengagumi Susan Boyle, tp sulit untuk melakukan transformasi seperti dia. Seharusnya transformasi kehidupan kita berubah dari ilat menjadi seekor kupu-kupu yang indah.
Susan Boyle telah tekun mendalami bernyanyi sejak dia berumur 12 tahun. Susan Boyle mengikuti ajang pencari bakat tersebut sebagai penghormatan terhadap ibu nya. Dan dia yakin bahwa ibunya bangga terhadap nya. Ibu nya telah meninggal pada tahun 2007.
Susan Boyle merupakan seorang wanita yang fenomenal. Ini bukan hanya karena talentanya atau keberaniannya atau ketekunannya atau dukungan temannya. Susan Boyle fenomenal bagi kita karena dia itu bagian dari kita, disemua keanehan kita dan sangat luar biasa.


sumber : edition.cnn, kompas.com
http://www.youtube.com/watch?v=9lp0IWv8QZY

Wednesday, April 22, 2009

Why Dog Never Lie About Love...???

Sunggu aneh rangkaian judul yg akan saya tulis kali ini. Mungkin rangkaian kata "Dog never lie about love" hanya bisa dimengerti oleh mereka yang pernah mempunyai anjing.
Saya agak sedikit hati-hati didalam memakai kata-kata peliharaan. Bagi banyak orang, anjing bukanlah seekor peliharaan seperti memelihara hewan lainnya. Ada yang menganggapnya sebagai teman atau sahabat. Dan bahkan banyak film yang mengisahkan pertemanan seekor anjing dan pemiliknya, seperti "Air Bud", 101 dalmatians, dan masih banyak lagi.
Begitu akrabnya pertemanan anjing dan tuannya, sehingga tidak jarang didalam film tersebut sang tuan tidak rela ketika kehilangan anjing kesayangannya.
Dog never lie about love merupakan sebuah judul buku yang dikarang oleh Jeffry Moussaieff Mason. Penulis mencoba mengerti dan menganalisis prilaku anjing.
Jeffry Moussaieff Mason berkata, "We love dogs because they love us, unconditionally. No matter how we treat them, what we do to them, how little attention we pay to them, they are eager to please us, eager to be with us." (Kita mencintai anjing karena dia(baca:anjing) mencintai kita, tak bersyarat. Tanpa memperdulikan apa yang telah kita lakukan kepada anjing kita, bagaimanapun kecilnya perhatian yang kita berikan, dia (baca:anjing) selalu ingin sekali membuat kita senang, ingin sekali bersama dengan kita).
Prilaku emosi anjing yang kelihatan merupakan bentuk cintanya kepada majikannya. Hal tersebut mendefinisikan eksistensi dari anjing itu atau memperlihatkan keberadaan dari anjing tersebut.

Mengharukan, menginspirasi dan juga menyenangkan, buku ini berusaha membawa berpetualang kedalam kehidupan anjing. Memberikan pembaca suatu pemahaman tentang dunia anjing yang jarang dibahas selama ini.

Itulah sekilas ulasan mengenai buku tersebut. Ulasan mengenai buku tersebut belum terlalu jelas, karena aku sendiri belum membaca buku tersebut. Tapi bagi mereka-mereka yang pernah memiliki anjing dan sangat menyayangi nya pasti mengerti maksud dari kata-kata "Dog Never Lie about Love". Sulit sekali digambarkan betapa kita sayang pada anjing kita. Walaupun sering sekali kita melakukan hal yang kasar kepada anjing kita, tetapi anjing kita tidak pernah menggigit atau galak terhadap kita. Ketika kita marah pun, justru ekspresi muka kasihan yang selalu ditunjukkan oleh anjing kita. Aku sendri punya 1 anjing dirumah. Ku miliki sudah lebih dari 10 tahun dan sampai sekarang masih hidup. Ketika membaca judul buku ini, tiba-tiba teringat akan anjing ku yang dirumah yang ku beri nama si "Bereng". Sudah beberapa tahun juga aku merantau ke negeri seberang. Dan bila aku pulang, anjing ku sudah tidak mengenal aku lagi, sehingga begitu aku nyampek di rumah, dia menggonggong begitu keras, seakan aku ini orang asing yang tidak dikenalnya sama sekali. Ya perlahan-lahan seiring waktu gonggongannya pun berkurang.
Mungkin suatu hari nanti aku kepengen juga memiliki anjing yang baru yang bisa jadi sahabat dikost-kostan...

Monday, April 20, 2009

Selamat Hari Kartini buat Wanita-wanita Indonesia!!!

Sejenak pagi ini aku terbangun di siang hari, ga seperti hari-hari sebelumnya. teringat hari ini tanggal 21 April, dan merupakan hari kelahiran RA. Kartini yang menjadi salah satu pelopor pejuang pergerakan emansipasi wanita.
Sering sekali warga negara ini memperbincangkan emansipasi, bahkan menuntutnya.
Emansipasi yang berkembang ke segalah arah. Menurut kebanyakan orang emansipasi wanita itu terwujud jika disegala posisi yang dikerjakan laki-laki juga di kerjai oleh wanita-wanita.
Sehingga tidak jarang kita liat pada waktu hari Kartini, banyak perempuan-perempuan disorot ditelevisi dengan pekerjaan mereka yang beragam.
Dari supir angkutan bus yang di lakukan oleh seorang wanita, penjaga pom bensin, dan menarik becak yang dilakukan oleh seorang wanita.
Saya menjadi heran aja, kenapa contoh-contoh emansipasi yang berkembang kearah pekerjaan-pekerjaan seperti itu. Apakah wanita indonesia ini mau diarahkan kearah pekerjaan-pekerjaan yang kasar seperti itu. Aku sih tidak menyalahkan jenis pekerjaan nya, cuma alangkah lebih baiknya contoh-contoh emansipasi disorot pada orang-orang yang betul-betul mengalami emansipasi yang dapat memotifasi wanita-wanita Indonesia kearah yang lebih baik.

Saya pernah bercerita-cerita dengan seorang wanita yang sangat saya kagumi. Topik kami mengenai emansipasi wanita, dan kebetulan dia baru saja membaca surat-surat RA. Kartini yang dijadikan sebuah buku dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang". Dia tiba-tiba memberontak kepada saya.

"Bang, menurutku banyak orang saat ini tidak mengerti apa itu emansipasi wanita" kata nya.

Tiba-tiba aku menjadi bingung dan bertanya "kok bisa begitu?"

"Emansipasi yang berkembang sekarang itu, sepertinya emansipasi yang dituntut bukan karena perjuangan seorang wanita menjadi yang terbaik. atau lebih kepada permainan politik yang di politisasi oleh sebagian oknum. Bisa dikatakan emansipasi kebablasan" kata nya.

"Trus" kata ku.

"Mereka seakan tidak mengerti, emansipasi seperti apa yang diharapkan oleh seorang Kartini waktu dulu. Mereka seakan berjalan menuntut emansipasi dan mengangkat Kartini sebagai icon perjuangan emansipasi wanita.
Padahal mereka sendiri belum membaca bukunya RA. Kartini. Bagaimana mereka bisa mengerti emansipasi seperti apa sesungguhnya yang diharapkan oleh seorang Kartini dulunya". katanya.

"Lah, betul juga. AKu sendiri belum membaca buku Kartini itu. Padahal sejak kecil aku sudah diberitau mengenai buku itu dan judul nya.
Menurut mu bagaimana emansipasi itu?" kataku.

"Menurut buku Kartini yang ku baca ("Habis gelap Terbitlah Terang"), Kartini mengharapkan wanita-wanita yang ada ini menjadi cerdas. Karena dari seorang wanita lah lahirnya generasi-generasi penerus bangsa.
Sehingga ujung tombak menjadi cerdas atau tidak nya anak-anak itu, yah bergantung pada seorang wanita. Menurut ku itu lah emansipasi yang diharapkan dari seorang wanita untuk menjadi cerdas" katanya.

Terdiam aku beberapa saat mendengar kata-kata itu. Pola pemikiran emansipasi yang menjadi dasar terhadap pergerakan kaum wanita untuk menjadi cerdas.
Kata kunci dari perbincangan diatas adalah, "wanita menjadi ujung tombak terhadap pencerdasan generasi-generasi bangsa"
Mungkin media massa saat ini perlu memikirkan ulang ketika menyorot seorang wanita menjadi supir bus atau pekerjaan kasar lain nya.
Mungkin ada bagi orang lain kagum ketika melihat hal-hal seperti itu. Tetapi bagi saya pribadi, justru tidak melihat adanya emansipasi dari hal-hal seperti itu.
Bagaimanapun, wanita adalah tetap wanita.
Jadilah wanita yang cerdas, karena kecerdasan anak-anak bangsa ada ditangan wanita-wanita Indonesia.

Friday, April 17, 2009

Rank Ku Naek di Peringkat Alexa

Pagi ini, aku bangun di pagi hari. Tumben aja, jam 5 tadi sudah bangun. lumayan shock juga, ternyata aku bs bangun pagi. Sempat aku mo buat syukuran karna hari rekor dlm sejarah tahun ini aku bangun dipagi hari.
Kan, mulai lagi deh lebai nya. "Jangan Lebai dunkzzzz..."... he3x, "Ga lucu tau... pake ketawa sediri."

Yang bener tuh, pagi ini aku bangun pagi krn disamperin sama nyamuk dan sodara-sodara nya. Kalo di orang batak, kluarga besar nyamuk yang datang pagi tadi, dibilang pomparan boru dohot bere dohot biang na(yah, kira-kira keluarga kerabat ikut dengan biang nya).
Emang akhir-akhir ini, aku bingung. Ntah aku pernah salah apa sama nyamuk-nyamuk dikost-kostan ku. Tiba-tiba aja nyamperin aku tiap hari secara grombolan. Padahal ga pernah gw undang. Eh, dianya (baca: nyamuk) malah datang spt jaelangkung. datang ga dijemput, pulang ga diantar.
Uda itu, tuh nyamuk rame-rame lg nyolek-nyolek aku. Sok akrab banget sama aku.

Yah, kembali lagi ke topik yang ingin ku sampaikan. Sebenarnya aku cuma mo ngasih tau Peringkat ku di Alexa naek. ("ITU DOANK...!!!, AKU GA TERKEJUT TUH")

Yah, setelah berjuang sekian lama, dengan darah masih tetap mengalir di urat nadi dan pembulu-pembulu darah.
Ternyata, aku bisa menaikan peringkatnya. Selama seminggu ini aku emang lagi konsentrasi sama yang namanya ningkatin traffic pengunjung.
Dan aku senang banget pagi ini gitu ngeliat blogku berada di peringkat 4.391.918 (sebelum nya peringkat gw di 5,5 jutaan lah).
Setelah sekian lama sering bergadang tiap siang malam. waktu kosong ku dihabisin buat nih blog dengan harapan naek peringkat. Tapi hari ini, harapan itu tidak sia-sia.
Hampir aja aku putus asa krn ngeliat peringkat ku ga naek-naek. Mungkin karna berat badan kali ya, sampe-sampe susah banget peringkatku naek.
yah, walau masih diperingkat 4jutaan, aku tetap optimis akan terus naek sampai posisi-posisi bersaing. Moga-moga suatu hari nanti aku ada diperingkat ratusan ribu, ga angka jutaan.
Bosen aku berada diperingkat jutaan.
Emang akhir-akhir ini, aku bingung. Ntah aku pernah salah apa sama nyamuk-nyamuk dikost-kostan ku. Tiba-tiba aja nyamperin aku tiap hari secara grombolan. Padahal ga pernah gw undang. Eh, dianya (baca: nyamuk) malah datang spt jaelangkung. datang ga dijemput, pulang ga diantar.
Uda itu, tuh nyamuk rame-rame lg nyolek-nyolek aku. Sok akrab banget sama aku.

Yah, kembali lagi ke topik yang ingin ku sampaikan. Sebenarnya aku cuma mo ngasih tau Peringkat ku di Alexa naek. ("ITU DOANK...!!!, AKU GA TERKEJUT TUH")
Yah, setelah berjuang sekian lama, dengan darah masih tetap mengalir di urat nadi dan pembulu-pembulu darah.
Ternyata, aku bisa menaikan peringkatnya. Selama seminggu ini aku emang lagi konsentrasi sama yang namanya ningkatin traffic pengunjung.
Dan aku senang banget pagi ini gitu ngeliat blogku berada di peringkat 4.391.918 (sebelum nya peringkat gw di 5,5 jutaan lah).
Setelah sekian lama sering bergadang tiap siang malam. waktu kosong ku dihabisin buat nih blog dengan harapan naek peringkat. Tapi hari ini, harapan itu tidak sia-sia.
Hampir aja aku putus asa krn ngeliat peringkat ku ga naek-naek. Mungkin karna berat badan kali ya, sampe-sampe susah banget peringkatku naek.
yah, walau masih diperingkat 4jutaan, aku tetap optimis akan terus naek sampai posisi-posisi bersaing. Moga-moga suatu hari nanti aku ada diperingkat ratusan ribu, ga angka jutaan.
Bosen aku berada diperingkat jutaan.

Thursday, April 16, 2009

Semangat Nulis Blog dengan Beda...

Wah, ini tulisan pertama ku yang lepas. setelah melihat teman ku yg agak gundul, sekarang semangat menulis di blog. Yah, aku jg ga ngerti, apakah hanya panas-panas eek ayam atau trus seperti itu. Moga aja trus seperti itu.

Dia tertarik setelah melihat blog aku yang dinilainya "wah, bagus sekali" dengan mata nya yang berbinar-binar seakan dia melihat sesuatu yg belum pernah diliat dan dipenuhi decak kagum...
Ets, ga smua yang ditulis di sini semua nya benar. Jadi, aku harap yang membaca tetap realistis melihat tulisan blog ini. Bahasanya aja belum jelas, apalagi maksud tulisan nya...

Kalo ada yang pura-pura mengerti, biar di bilang agak intelek, aku yakin, tuh anak kalo ga goblok banget atau idiot. Opsi cuma ada di dua pilihan itu.
jadi ga usah sok muji-muji deh untuk blog yang ga jelas seperti ini.

waduh, kok jadi aku yang sewot. Belum tentu ada yang mampir ke blog ini. jadi Jangan merasa blog ini dibaca sm org. jangan-jangan gitu orang ngebuka halaman depan blog ini, orang bakalan sakit kepala karna ngeliat foto gw yang emang rada enegg kl diliat. Efek samping nya bisa mual-mual, bibir pecah-pecah dan susah buang air besar.
Terserah lah, kalian mo bilang apa tentang blog ini. Tapi tetap donk, sopan didalam berkomentar. Aku ngerti kok kalian eneg ngeliat blog seperti ini.

Ya, aku lg cari-cari gaya bahasa yang didalam menulis blog, Susah banget.
Teman ku bilang, "blog mu itu terlalu puitis dan ilmiah. org bakalan ngantuk kalo ngebaca blog seperti itu."
wah, betul juga. Bukan hanya ngantuk. Mungkin bisa tertidur. Emang obat tidur!!
Jd kalian yang susah tidur, sekarang ga usah konsumsi obat sgala. Cukup baca ini blog, efek ngatuk nya ga lama kok. Walau disertai dengan efek samping yang tadi gw bilang.

Trus, dia nyarani, kenapa aku ga buat bahasa seperti blognya raditya dika (penulis buku kambing guling kecap). Trus, krn otak aku yg rada dikit lemot, berusaha mengingat tuh buku. Setelah aku pikir-pikir, dan aku pikir lagi.
"kenapa ga ku coba" Tiba-tiba terlintas slogan salah satu calon presiden, "Harus Bisa..!!!"
Semangat ku timbul kembali seketika itu. Tapi aku harus tetap beda donk, punya karakter sendiri didalam menulis ala Sipayung.
Setelah berfikir keras, tiba-tiba aku menjadi lapar karna telah menguras tenaga terlalu banyak utk mikir.
Untuk menjaga kondisi badan tetap fit, makan harus segera dilaksanakan.
Tapi tetap,,,, Semangat untuk menulis blog tidak akan pernah luntur dan tak kunjung padam dan harus dijadikan rutinitas.
Merdeka !!!


Surabaya, di Tegalsari 16 April 2009, waktu 18.00 WIB